top of page

JAHE

bibit-jahe-merah.jpg

Jahe (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Jahe termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Jahe merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai dataran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Jahe dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.

Ciri-ciri jahe antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan jahe sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang jahe berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. bunga jahe muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk

Jenis-Jenis Jahe

 

Jahe dapat dibedakan dalam 3 macam, berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya:

  1. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badakRimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.

  2. Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit. Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.

  3. Jahe Merah, rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

 

Manfaat Jahe antara lain sebgai berikut.

  1. Mencegah Penyakit Kanker
    Jahe memiliki kandungan manfaat anti oksidan  alami, yaitu minyak atsiri. Minyak atsiri berpotensi mencegah masuknya penyakit akibat radikal bebas, salah satunya adalah penyakit kanker. Untuk mencegah berkembangnya sel kanker, Anda dapat mengkonsumsi jahe merah secara berkala. Selain mencegah penyakit kanker, konsumsi jahe juga dapat mencegah masuknya berbagai penyakit lain karena jahe sangat kaya akan antioksidan.

  2. Mengatasi Gangguan Saluran Pernapasan
    Gangguan pernapasan dapat menyerang karena biasanya ada gangguan asma atau terkena influenza. Jika Anda mengalami gangguan pernapasan, Anda dapat mencoba untuk mengkonsumsi minuman dari ekstrak jahe. Ekstrak jahe akan memberikan rasa lega pada saluran pernapasan sehingga napas menjadi lebih lancar. Mengkonsumsi jahe akan memberikan sensasi hangat sehingga tenggorokan akan terasa lebih hangat.

  3. Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
    Konsumsi ekstrak jahe untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda. Jahe dapat membantu proses pemecahan protein pada makanan yang kita konsumsi. Selain itu, mengkonsumsi jahe juga dapat membantu proses penyerapan berbagai nutrisi makanan. Di lain pihak, kandungan antioksidan yang sangat tinggi pada jahe akan membuat saluran pencernaan terhindar dari infeksi berbagai jenis penyakit.

  4. Menyembuhkan Batuk
    Minum ekstrak jahe memberikan rasa hangat pada tenggorokan sehingga terhindar dari infeksi penyebab batuk. Sensasi hangat yang diberikan oleh jahe juga akan membuat dahak mudah dikeluarkan dan diusir dari tubuh.

  5. Mencegah Mual dan Muntah Saat Mabuk Perjalanan
    Penelitian telah membuktikan bahwa mengkonsumsi jahe atau ekstraknya saat perjalanan dapat menghindarkan tubuh dari mabuk perjalanan. Berbagai kandungan nutrisi pada jahe dapat memberikan sensasi rileks sehingga tubuh terasa lebih tenang dan lebih nyaman.

  6. Melancarkan Peredaran Darah
    Jahe mengandung gingerol yang bersifat antikoagulan, artinya gingerol dalam jahe akan mencegah terjadinya penggumpalan dalam darah. Akibatnya aliran darah akan menjadi lebih lancar, dengan kata lain resiko penyumbatan pembuluh darah dapat dihindari. Penyakit stroke juga dapat dihindari dengan mengkonsumsi jahe atau ekstraknya.

  7. Mencegah Perut Buncit
    Konsumsi jahe dipercaya dapat melancarkan metabolisme dalam tubuh. Proses pengeluaran dan juga pembakaran lemak dapat ditingkatkan sehingga perut buncit dapat dicegah. Saat metabolisme lancar, pembakaran kalori dapat dimaksimalkan sehingga tubuh menjadi lebih ramping.

  8. Membantu Pembentukan Otot Baru
    Jahe sangat baik dikonsumsi orang-orang yang melakukan banyak latihan fisik. Jahe memiliki kandungan nutrisi yang bersifat inflamasi. Jahe akan membantu pembentukan otot baru pada orang-orang yang memiliki latihan fisik yang keras. Mengkonsumsi jahe dapat menghindarkan rasa sakit pada otot tubuh akibat latihan fisik yang keras.

  9. Mengobati Sakit Kepala
    Jahe di percaya dapat mencegah prostaglandin. Prostaglandin adalah salah satu penyebab timbulnya sakit kepala. Dengan kata lain, mengkonsumsi jahe dapat mencegah dan juga mengobati sakit kepala.

bottom of page