Hama Ulat

Hama ulat adalah orgamisme yang menggangu dan menyerang apapun dari sesuatu yang dibudidayakan sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan yang menimbulkan kerugian.
Ulat adalah tahap larva dari spesies dalam ordo Lepidoptera, yang mencakup kupu-kupu dan ngengat. Kebanyakan adalah pemakan tumbuhan walaupun beberapa spesies merupakan pemakan serangga. Kebanyakan ulat dianggap sebagai hama dalam pertanian. Banyak spesies ngengat dikenal karena tahap ulatnya menyebabkan kerusakan pada buah dan produk pertanian lainnya. Kebanyakan ulat memiliki badan panjang dan berbentuk gilig (silinder). Ulat memiliki tiga pasang tungkai yang sejati pada tiga segmen dada, ditambah dengan empat pasang tungkai semu yang disebut tungkai perut pada segmen tengah perut dan sering sepasang tungkai perut pada segmen perut terakhir. Ulat mempunyai sepuluh segmen perut.
Secara fisik ulat juga dibedakan menjadi ulat berambut dan ulat tak berambut. Ulat yang tak berambut memiliki lapisan kulit tipis sehingga tak kuat dengan terik matahari siang sehingga memilih bersembunyi di rerumputan, didalam buah, atau dibawah mulsa ketika siang hari. Sedangkan ulat berambut tebal ini memiliki tmbut tebal yang melindunginya dari terik matahari dan bahan racun kontak insektisida sihingga kadang tidak mati jika terkena insektisida mengingat insektisida tak mampu mencapai kulitnya.
Pencegahan Serangan Hama Ulat pada Tanaman
Sebenarnya serangan hama ulat asal masih dalam taraf wajar maka kita hampir tak perlu menggunakan insektisida. Maka dari itu untuk mengendalikan populasi hama ulat kita bisa melakukan beberapa cara berikut ini sebagai langkah pencegahan :
1. Menyiangi rumput liar di areal tanam karena merupakan tempat persembunyian ulat disiang hari.
2. Rutin menggunakan insektisida sistemik minimal 1 minggu sekali guna melindungi tanaman dari serangan ulat.
3. Untuk tahap awal anda bisa membuat insektisida alami terlebih dahulu yang bisa anda baca di Cara Mengatasi Hama Tanaman dengan Pestisida Alami.
​
Serangga herbivora dari ordo Lepidoptera selain ulat hitam rami Arcte coerulea (Infotek: vol.3, no.10, Oktober 2011) yang juga berpotensi sebagai hama rami adalah ulat penggulung daun Sylepta spp., yaitu : Sylepta derogate, Sylepta silicalis (sabinusalis), dan Sylepta. Aurantiacalis. Keberadaannya sebagai hama rami ada pada sepanjang musim tanam rami di negara-negara pengembang rami. S.derogata F. sering disebut sebagai ulat penggulung daun kapas (Cotton leaf roller).
Serangga hama ini polifagus, yaitu menyukai memakan lebih dari satu atau beberapa tanaman. Selain menyukai kapas dan rami sebagai inangnya juga dijumpai pada kedelai, kacang tanah, kacang panjang, buncis, rosela (Hibiscus spp.), kapok, balsa dan tanaman liar jenis kacang-kacangan.
Serangan berat yang terjadi pada daun rami hanya tersisa bagian epidermis, tulang-tulang maupun urat-urat daunnya. Kehadiran serangan hama penggulung daun tersebut pada beberapa inangnya adalah dengan adanya gejala tergulungnya daun dan bekas gerekan pada daun yang dimakan oleh ulatnya (larva) di dalam gulungan daun tersebut. Apabila gulungan daun dibuka akan ditemukan larva yang sedang aktif makan. Apabila larva disentuh cepat bergerak menghindar untuk bersembunyi.
Metamorfosanya sempurna, yaitu: telur – larva (ulat) – pupa (kepompong) – imago (ngengat). Larva bentuknya ramping, silinder berwarna hijau transparan. Panjang larva dapat mencapai 20 mm. Larva makan dengan cara menggerek daun dari tepi sampai ke tulang utama dengan gejala daun menggulung atau melipat.
Pada stadium larva jumlah instar bervariasi mulai dari instar 1 sampai dengan instar 5 atau instar 6 adalah larva instar akhir disebut prepupa, pada fase tersebut aktivitas makannya mulai berkurang untuk melanjutkan ke stadium pupa yang sudah tidak aktif makan lagi berada di dalam gulungan daun.
Perkembangan stadium selanjutnya dari pupa menjadi imago adalah serangga dewasa yang disebut Ngengat yang makan dengan menghisap nektar dari bunga dan banyak beraktivitas pada malam hari. Prilaku larva waktu makan sendiri-sendiri (tidak bergerombol). Larva hama penggulung tersebut memiliki tiga pasang kaki toraksis (pada 3 segmen dada) dan empat kaki proleg abdomen (pada segmen perut).
Perbedaan sifat morfologi antar instar yang paling mencolok adalah antara instar ke1 dan instar 2 adalah pada kehadiran dari 2 bintik coklat pada sisi dorsal segmen protorak. Instar yang lainnya dibedakan oleh ukuran dan bentuk perisai-perisai. Pupa ber tipe obtekta dan berbentuk kerucut, nampak jelas dipisahkan dalam 10 segmen abdomen kecuali pada segmen ke 9 dan 10.
Pori genitalia (lubang alat kelamin) berada pada bagian ventral (sisi perut) dibawah segmen abdomen ke 8 pada yang betina, dan yang jantan pada segmen ke 9. Abdomen yang jantan lebih ramping diban-dingkan dengan yang betina. Sayap ngengat berwarna kuning dan krem keemasan dengan beberapa garis tak teratur melintang sayap, berwarna coklat kehitaman, bentangan sayapnya 30– 40 mm. Ngengat betina meletakan telur di permukaan daun, telurnya berukuran kecil berwarna kuning terang.
Di alam, serangga hama penggulung daun S. derogata F. dapat dikendalikan oleh beberapa musuh alaminya, yaitu oleh beberapa parasitoid dan predator. Yang menjadi parasit larva adalah tawon tabuhan Apanteles sp., (Braconidae), Copidosomasp., dan Elamus brevicornis (Encyrtidae).

